Pada April 1998, WWF Internasional kantor Program Indonesia berubah menjadi WWF-Indonesia, yang secara hukum diakui sebagai organisasi Indonesia dengan status yayasan. Sejalan dengan perubahan ini, WWF-Indonesia, sebagai Organisasi Nasional menjadi bagian dari WWF Global Network.
Sejak 2001, kami mengubah pendekatan proyek menjadi pendekatan programatik untuk memperluas dampak kerja WWF secara global di pusat keanekaragaman hayati utama. Program-program dikembangkan sesuai dengan tema trategis yaitu hutan, laut, air tawar, spesies, perubahan iklim dan bahan kimia berbahaya. Hingga kini, program bahan kimia beracun masih dalam tahap perencanaan, sementara program perubahan iklim dan air tawar relatif masih berkembang. Tetapi program laut, hutan dan spesies telah tumbuh menjadi program yang kuat dan mencapai banyak kesuksesan.
WWF-Indonesia merupakan yayasan independen yang terdaftar sesuai hukum Indonesia. Dikelola oleh Dewan Penyantun yang terdiri dari Dewan Penasihat, Dewan Pengawas dan Dewan Pelaksana. Dewan ini berfungsi sebagai lembaga penentu arahan strategis dan kredibilitas WWF-Indonesia. Para anggota dewan berbagi tanggung jawab secara kelembagaan melalui komite operasional.
Kantor Sekretariat Nasional WWF-Indonesia berada di Jakarta. Perannya memimpin dan berkoordinasi dengan kantor WWF-Indonesia yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor Sekretariat mengembangkan kebijakan dan prioritas, membantu pertukaran pembelajaran antar kantor, melakukan koordinasi untuk kampanye nasional, memberikan bantuan teknis dan pengembangan kapasitas, serta memberikan dukungan agar kegiatan di tingkat nasional berjalan dengan lancar. Kantor Sekretariat Nasional juga menjaga agar upaya WWF-Indonesia selaras dengan Global WWF Network.
WWF-Indonesia memiliki sejumlah kantor lapangan (Field Office). Kantor-kantor lapangan tersebut melakukan upaya pelestarian ditingkat lokal. Kami bekerja sama dengan pemerintah lokal, melalui kegiatan proyek praktis di lapangan, penelitian ilmiah, memberi masukan untuk kebijakan lingkungan, mempromosikan pendidikan lingkungan, memperkuat komunitas, dan meningkatkan kesadaran publik terhadap isu lingkungan.
WWF-Indonesia merupakan bagian independen dari jaringan dari WWF dan afiliasinya, organisasi pelestarian global yang bekerja di 100 negara di dunia. Untuk informasi lebih lanjut tentang visi global, sejarah dan keterlibatan kami selama ini untuk mencapai mimpi pelestarian kami yaitu mewujudkan dunia dimana manusia dapat hidup selaras dengan alam klik di sini.
Program Kelautan WWF-Indonesia
Program Kelautan WWF-Indonesia memberikan sumbangan berarti untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh jaringan global WWF. Ekosistem laut dan pesisir dan sumber daya perikanannya di seluruh dunia.berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Eksploitasi ikan yang berlebihan dan kemundurun kualitas habitat laut dan pesisir, yang kerap diakibatkan oleh kegiatan manusia, mengancam keanekaragaman hayati dan penghidupan masyarakat yang tergantung pada sumber daya laut.
Jaringan global WWF telah menetapkan visinya untuk mengembalikan keseimbangan: Pemerinah, komunitas, para ahli lingkungan, industri dan berbagai kelompok kepentingan di seluruh dunia bekerjasama untuk menjaga dan memulihkan harta kekayaan laut. Masyarakat memanfaatkan laut dan pesisir secara bijak untuk keuntungan sekarang dan bagi generasi selanjutnya, dan memiliki pemahaman yang sama bahwa seluruh kehidupan di lautan memiliki hak dan tempat untuk meneruskan kehidupan mereka.
Program kelautan yang dilakukan kantor program Indonesia dimulai pada 1993. Setelah 1998, pendekatan eco-regional untuk pelestarian lebih diintensifkan khusunya untuk SSME. Pendekatan ini secara khusus memperkuat dengan membuat contoh konservasi kelautan dan pengelolaan perikanan yang hidup, di sejumlah kawasan prioritas di Taman Nasional Bunaken dan Taman Nasional Bali Barat.
Di tingkat Nasional, untuk konservasi kawasan dan ekoregional mendapat dukungan dari program konservasi kelautan dan reformasi kebijakan pengelolaan perikanan. Selanjutnya, WWF juga sudah mengembangkan program pengembangan kapasitas pengelolaan dari mitra-mitra penting di kawasan dan pada tingkat nasional melalui pelatihan-pelatihan dan pelaksannna bersama dalam kegiatan monitoring dan pengelolaan perikanan.
Tantangan
Target baru untuk Indonesia dirancang untuk dapat menghadapi tantangan utama konservasi di laut dan pesisir yang adalah: |
- Pembangunan yang tidak ramah lingkungan : 85% terumbu karang di Indonesia terancam dengan pembangunan yang tidak ramah lingkungan. Pembangunan kawasan laut dan pesisir meliputi sektor pariwisata, sektor perikanan, sektor energi (pengeboran minyak onshore dan offshore)
- Penangkapan ikan berlebih : 60% persediaan ikan karang di Indonesia terancam oleh penangkapan yang berlebihan, 50% habitat terumbu karang terancam dengan adanya praktek penangkapan ikan secara destruktif (bom dan sianida) dan dilaporkan bahwa terjadi penurunan populasi ikan-ikan predator termahal seperti kerapu.
- Perubahan Iklim : di tahun 1998 diperkirakan 18% terumbu karang di Asia Tenggara mengalami pemucatan akibat ElNino dan gelombang panas yang menyerang perairan tropis; dan
- Polusi : tumpahan minyak, pembuangan perkakas rumah tangga dan sampah industri ke dalam laut menyebabkan perubahan pada spesies ini dan dapat mempengaruhi kesehatan manusia akibat residu yang menumpuk dan tersimpan dalam spesies tersebut (misal: limbah merkuri dan pencemaran logam berat)
|
| |
|